KAPUAS JAWARA TARI KONTEMPORER DI LANJONG ART FEST 2011

e-Paper “BANJARMASINPOST” – Kamis 17 Februari 2011, mengabarkan prestasi membanggakan yang diraih Kabupaten Kapuas. PRESTASI membanggakan ditorehkan remaja Kapuas di tingkat nasional. Ini setelah salah satu sanggar tari yang dikirim, berhasil meraih gelar juara terbaik pertama pada lomba tari kontemporer se-Kalimantan di Kutai Kertanegara, Kaltim”.

Dalam Lanjong Art Festival 2011 yang digelar tanggal 5-13 Februari 2011 Kabupaten Kapuas yang diwakili Sanggar Tari  “Riak Nyalong” sukses menyabet dua gelar juara, yakni tari kontemporer terbaik serta penata rias dan busana terbaik. Penilaian ajang ini berlangsung ketat dan langsung dilakukan juri internasional, yang terdiri dari Rianto (Jakarta), Natsuki Hayashi (Jepang), Nicole Legette (Chicago, Amerika Serikat), serta Fitri Setyaningsih (Jogjakarta).

“Penampilan Sanggar Tari Riak Nyalong mampu  memukau ribuan penonton yang hadir saat itu, termasuk para juri yang melakukan penilaian,” kata Pimpinan Sanggar Tari Riak Nyalong Ragus Rumbang.

Lonjong Art Festival merupakan agenda tahunan yang telah memasuki tahun kedua. Kegiatan dilangsungkan di Gedung Aulia Sport, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Untuk memberikan semangat, sanggar tari yang kerap mengikuti sejumlah even serupa ini langsung disaksikan Ketua TP PKK Kabupaten Kapuas yang juga pembina Sanggar Tari Riak Nyalong, Hj Aliyah Mawardi.

Dalam penampilannya, Riak Nyalong menampilkan tari berjudul “Luntung Batuah”. Para penari merupakan remaja putra dan putri dengan penata tari Meironi dan Agus Timbang sebagai penata busana.

Ragus menyebut, tari yang ditampilkan saat itu  “Luntung Batuah” dalam bahasa Dayak Ngaju artinya sama dengan lanjung (lanjong) dalam bahasa Banjar, yakni sebuah wadah yang terbuat dari anyaman rotan sebagai tempat barang bawaan. Sedangkan batuah artinya berezeki. Luntung yang terbuat dari rotan dianyam ini diberi ragam hias motif Kalteng. Bagi masyarakat Kalteng, luntung sangat dibutuhkan, terutama ketika pergi ke ladang atau pergi sawah.

Diposkan oleh DISPORABUDPAR KAPUAS di 18:04

Pos ini dipublikasikan di KEBUDAYAAN. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s